Baju Bekas Mewabah di New York

Dimulai pada September, New York akan mulai melakukan salah satu inisiatif daur ulang tekstil terbesar sepanjang sejarah. Tujuan tindakan ini adalah mempermudah kita untuk menyumbangkan pakaian, sama mudahnya dengan membuang pakaian tersebut.

Berdasarkan keterangan Environmental Protection Agency, penduduk Amerika telah membuang sekitar 10 pound kaus kaki, jins, kaus, dan kemeja tiap tahun. Di New York, sekitar 190 ribu ton tekstil masuk di tempat pembuangan pakaian hanya pada 2008.

“Saya telah pindah sebanyak tiga kali dalam lima tahun terakhir. Dan setiap kali itu terjadi maka Saya akan membuang pakaian,” ujar Tracy Feldman, 25. “Ini cukup sulit untuk membawa seluruhnya di kota. Jika ada kotak di blok saya, maka saya tidak akan ragu mendaur ulang semua ini.”

New York telah melakukan tawaran untuk kerja sama kontrak selama 15 tahun dengan perusahan nirlaba yang akan bertanggung jawab atas sampah tersebut. Goodwill Industries International adalah salah satu perusahaan yang ikut dalam penawaran kontrak ini.

“Kami tidak menemukan program lain seperti ini,” ujar juru bicara Goodwil, Alfred Vanderbilt. “Kami berpikir bahwa mereka telah sangat kreatif dan kami berharap ini bisa menjadi standarisasi baru.”

Robert Lange, direktur dari Bureau of Waste Prevention, Reuse and Recycling di New York, mengatakan departemen mereka juga menemukan masalah yang sama. “Anda bisa menemukan tas hitam di tempat pembuangan dan melihat pakaian baru,” ujar Lange. “Ini tampaknya mudah untuk dibuang daripada mendaur ulang.”

Tentunya tidak semua pakaian yang dapat didaur ulang, seperti yang telah terlalu tua, bau, dan robek. Sebagian besar yang dicari Goodwill adalah pakaian yang dapat dijual kembali hingga didaur ulang.

Dilain pihak, sebuah perusahaan tekstil daur ulang berbasis di New Jersey mengatakan bahwa hampir setengah dari pakaian yang ditemukan masih bisa dijual kembali. Separuh lainnya dibagi hampir merata untuk kain bisnis seperti industri otomotif dan yang rusak untuk bahan isolasi. Kurang dari lima persen dari jumlah itu adalah pakaian yang tidak dapat digunakan sehingga akan dibawa ke tempat pembuangan umum.

Para pejabat mengatakan bahwa jika kampanye New York berhasil, maka ini bisa mengarah pada gerakan nasional untuk mendaur ulang pakaian.

“Bukan hanya itu, program ini bertujuan membersihkan beberapa ruangan di sekitar tempat pembuangan serta menciptakan lapangan kerja,” kata Brenda Platt, salah satu direktur dari Institute for Self Local-Reliance.

Dia memperkirakan industri ini dapat menciptakan 85 kali kesempatan lapangan pekerjaan dibandingkan sekadar penawaran dari tempat pembuangan.

Satu Tanggapan

  1. emang disana ga ada pemulung ya? wah … kalah kreatif ama orang indonesia. hahaha
    salam kenal …http://duniasithole.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: